Langsung ke konten utama

Bawa Perasaan..

Emang baper itu salah?

Sering kita dengar istilah baper alias bawa perasaan.
Katanya menjadi seseorang yang cenderung baper itu gak baik..malah tambah sering di bully..dll
Apa benar?


Bukankah setiap manusia pasti punya perasaan. 
Bukankah itu salah satu yang membedakan kita dengan hewan, 
Sejatinya baper itu fitrah...tapi kalau salah arah akan membuat masalah.
Jadi baper itu gak masalah selama kita bisa menempatkan sesuai porsinya
Bahkan baper akan membuat kita lebih peka terhadap orang lain dan bagaimana harus bersikap
Baper membuat kita lebih bersyukur
Baper bisa mendekatkan kita pada Sang Pencipta Perasaan 
Maka baperlah pada tempatnya karena jika kita baper sembarangan dampaknya juga buruk..
Orang yang baper biasanya mudah tersinggung, mudah galau, mudah percaya, gampang di rayu, mudah berprasangka

Supaya kita bisa baper pada tempatnya maka gunakanlah juga akal
Akal, perasaan dan hati harus sejalan...
Jangan bawa perasaan aja tapi akalnya juga dipake
Jangan pake akal aja tapi perasaannya juga dibawa
Jadi harus seimbang sesuai dengan kata hati

Bukankah Allah sudah berfirman dalam ayat Cintanya
“Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
(Al-Mulk: 23). 


Kontribusi oleh @yiimaaa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Perekonomian Global di Abad ke-21

Kalangan bisnis menghadapi sejumlah tantangan perekonomian yang penting abad ini. Seiring dengan perekonomian Negara-negara di seluruh dunia yang menjadi kian berkaitan, maka pemerintah dan perusahaan harus bersaing di seluruh dunia. Meskipun tidak ada satu pun orang yang dapat meramalkan masa depan, baik pemerintah maupun perusahaan kemungkinan perlu untuk memenuhi berbagai tantangan guna mempertahankan daya saingnya secara global. Terdapat lima tantangan yang akan dihadapi : 1.       Dampak ancaman terorisme internasional yang terus berlangsung pada perekonomian, 2.       Pergeseran ke arah ekonomi informasi global, 3.       Menuanya populasi dunia, 4.       Kebutuhan untuk memperbaiki mutu dan layanan pelanggan, dan 5.       Usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan bersaing dari tenaga-tenaga kerja di setiap Negara. Sedangkan menurut Bank Dunia, ...

Jakarta dan Kemacetan

Tinggal di ibukota mengharuskan kita untuk gerak cepat, melakukan hal-hal seefisien dan seefektif mungkin. Tapi, akhir-akhir ini gue merasa semakin lama Jakarta semakin penuh, terutama dipenuhi oleh kendaraan. Memang betul kemacetan bukan hal baru lagi.. Gue udah pernah ngerasain rasanya jam 10 malem masih kena macet di Kuningan. Tapi sekarang, ujungnya banget Jakarta Selatan juga udah macet. Sebelum liburan kenaikan kelas, anter adik berangkat ke sekolah trus kembali ke rumah cuma 20 menit. Setelah masuk tahun ajaran baru, menjadi 40 menit karena stuck kena macet 20 menit di jalanan yang panjangnya tidak lebih dari 100m. itu jarak dekat, lain lagi ceritanya sama kakak senior gue yang pulang dari tempat kerjanya di Jakarta Pusat, ke Bekasi sampe 2 jam. Berangkat 2 jam. Total 4 jam hanya untuk mobilitas! Bila ditotal, seandainya manusia hidup 60 tahun, berarti 10 tahunnya dipake buat berangkat-pulang kerjaaaa. Oh nooooooo!!!! Disini gue bukan mau bikin tulisan untuk menj...

Welcome Ramadhan, Welcome Holiday :)

Sebelumnya kalo mau baca, anggep post ini tertanggal 30 yaa soalnya baru sempet nyelesaiin, kmaren2 masih jadi draft. gayakin juga sih ada yang baca... hahaha Selamat sore teman-temanku yang berbahagia.. gimana puasa pertamanya lancar gak? semoga lancar yaa amiin... kemarin adalah hari yang menggembirakan buat gue karena hari terakhir uas di semester 2. berarti gue akan ke semester 3!!! huehehehehehe... tapi gue sedih karena udah gak jadi maba unyu lagi. hmm suka suka gue lah yaaa mau bilang gue unyu atau apa, ini kan blog gue :p Semester 2 dimulai dari tanggal 6 Maret - selesai. kayanya sih gue yang paling selesai uas nya dibanding yang lain..  semuanya tergantung jadwal. malah seharusnya, hari kamis adalah hari terakhir uas. tapi berhubung ada dosen yang super rese jadi mau gimana lagi :( di semester yang kedua di masa kuliah ini, rasanya campur aduk deh kaya rujak yang dikasih potongan obat. ada manis asem asin gurih pedes dan pahit wkwkwk... dosennya juga beraneka ra...